KOTA MADINAH DAN KEUTAMAANNYA


Travel Umroh dan Haji Munatour, Jakarta –  Salah satu kota suci bagi umat Islam adalah kota Madinah.  Dalam sejatrah, Madinah adalah kota Islam pertama. Selain itu, Madinah juga tempat hijrah Rasulullah dengan sahabatnya, yaitu tembat beliau berjuang untuk islam hingga beliau wafat. Di sanalah beliau dimakamkan dan dari sana juga beliau kelak akan dibangkitkan.

Sebelum bernama Madinah, Madinah bernama Yatsrib sampai pada saatnya Rasulullah SAW mengubahnya menjadi Madinah.  Dahulu–sebelum datangnya Rasul– kota Yatsrib terkenal dengan kota yang kumuh dan menjadi sarang penyakit. Dalam sebuah riwayat Aisyah RA berkata, “Ketika kami masuk, madinah adalah negeri tempat bersarangnya penyakit, lalu Rasulullah SAW berdoa, ‘Ya Allah, berilah kecintaan kami kepada Madinah, sebagai mana engkau berikan kecintaan kepada Mekah, atau lebih dari itu, dan bersihkanlah ia serta berkatilah kepada kami dalam makanan dan bekalnya, dan gantilah wabah penyakitnya dengan juhfah’.” (HR. Bukhari & Muslim)

Setelah Rasulullah SAW mengubah Yatsrib dengan Madinah, Rasulullah melarang menyebut Madinah dengan nama lamanya Yatsrib, karna itu adalah nama jahiliyyah. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa menamai Madinah dengan Yatsrib, hendaklah ia memohon ampun kepada Allah”. Menurut Ibn Hajar alasan dilarangnya menyebut Madinah dengan nama Yatsrib karena kata tersebut bisa bermakna “Tatsrib” yang memiliki makna menjelek-jelekkan, atau juka bisa bermakna “tsarab” yaitu rusak,  sedangkan Rasulullah SAW lebih suka dengan nama yang baik.

Di kota madinah, amalan ibadah diganjar berlipat ganda dari pahala amalan di tempat biasa. Selain itu Raudhah yang terdapat di masjid Nabawi akan menjadi saksi bagi setiap orang yang mendirikan shalat di sana.

Keistimewaan lain dari kota Madinah adalah kurmanya yang sering disebut sebagai kurma ajwa’ . Dalam sebuah riwayat Rasulullah SAW menjelaskan bahwa memakan kurma ajwa’ akan menghindarkan dari racun dan sihir.  “Barang siapa di waktu pagi memakan tujuh butir kurma dari kedua labah (yaitu batas Madinah dari sebelah timur dan barat), ia tidak akan kena racun hingga waktu sore”. (HR. Muslim). Di riwayat lain dikatakan, “Barangsiapa di waktu pagi memakan tujuh butir kurma ajwa, pada hari itu ia tidak akan kena racun maupun sihir” (HR. Bukhari)

Rasulullah SAW secara pribadi pernah mendoakan kota Madinah secara khusus. Beliau berdoa, “Ya Allah, sesungguhnya Ibrahim  telah mensucikan Mekah dan berdoa bagi penduduknya, maka sesungguhnya aku pun telah mensucikan Madinah sebagaimana Ibrahim telah mensucikan Mekah” (HR. Bukhari & Muslim)

Diriwayat lain Rasulullah SAW pernah bersumpah, “Demi Dia (Allah) yang menggenggam jiwaku, tidaklah ada suatu lembah (di Madinah ini) maupun tempat yang terbuka melainkan padanya terdapat dua malaikat yang menjaganya hingga kamu sampai padanya”. Hadits tersebut menerangkan bahwa kota Madinah senantiasa dijaga oleh malaikat yang khusus ditugaskan oleh Allah SWT.

Maka dari itu, beruntunglah orang-orang yang diberi kemuliaan oleh Allah dengan berkunjung ke kota Madinah. Allah telah memberi kesempatan kepadanya tidak hanya shalat di Masjid Nabawi yang keutamaannya seperti 1000 shalat di dalam masjid lain, tetapi lebih dari itu, Allah SWT memberi kita kesempatan untuk menziarahi makam Rasulullah SAW.

Untuk pilihan Paket Umroh dan Haji sesuai sunnah, dengan fasilitas layanan berkualitas, pastikan perjalanan ibadah Umrah & Haji anda bersama Munatour. Travel Umrah & haji terpercaya dengan komitmen sunnah, travel sunnah, Umroh langsung Madinah. Segera Hubungi 0217822292, 081314160674 wa atau klik www.munatour.co.id