Tips Tetap Aman dalam Kepadatan Jamaah Saat Haji


IHRAM.CO.ID, JAKARTA — Tragedi Mina pada pelaksanaan haji 2015 lalu menjadi salah satu yang paling menyedihkan sepanjang sejarah. Ratusan orang tewas karena terinjak-injak di tengah kepadatan jamaah.

Meski milyaran dolar AS telah digelontorkan untuk terus meningkatkan infrastruktur, tercatat masih ada saja korban karena masalah ini. Ribuan orang tewas dan terluka saat melakukan ibadah haji sejak 1980an.

Pemerintah Saudi telah berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan bagi para tamu-tamu Allah SWT. Termasuk dalam meminimalisir korban karena kecelakaan yang mungkin saja terjadi karena jutaan orang tumpah ruah di satu tempat yang sama.

CNN melansir, upaya peningkatan layanan tersebut harus meliputi pengaturan massa yang lebih baik, pengokohan infrastruktur serta kerjasama efektif antar pihak terkait. Personil atau panitia haji harus terlatih dan informasi bagi jamaah haji harus selalu tersedia.

Meski demikian, keamanan saat pelaksanaan ibadah haji tetap menjadi tanggung jawab bersama. Setiap jamaah harus waspada pada keselamatan dirinya sendiri. Penting bagi mereka untuk mengetahui managemen respons terhadap suatu masalah.

Pakar dalam pengaturan dan keamanan massa, Paul Wertheimer mengatakan setiap orang perlu memastikan keselamatannya sendiri. “Secara ilmiah, seseorang akan tetap aman jika tetap berada di dalam sebuah kelompok besar,” katanya pada CNN.

Saat berada di keramaian yang padat, penting juga untuk tetap waspada, sehat dan bugar. Tetaplah terhidrasi dan gunakan sepatu yang layak dan kuat. Gunakan tabir surya dan berjalanlah dengan siap dan cepat. Ikuti irama dari kepadatan yang ada di sekitar.

Paul juga memperingatkan untuk selalu waspada dan siap dengan segala informasi. Saat tiba di tempat acara, lihat dan amati sekitar. Pastikan jamaah tahu dimana pintu keluar, kemana rutenya, dan kebutuhan lain.

Selain itu, jaga jarak dengan jamaah yang lain. Ukur jarak aman anda sendiri. Jika terlalu padat, maka mulailah menghindar. Hal yang paling berbahaya dari berada di tempat terlalu padat adalah kesulitan bernafas karena sedikitnya udara.

“Setiap jamaah harus waspada dan tahu kapan ia mampu melakukan ibadah dan kapan tidak,” katanya. Karena jika memaksakan diri, maka ini tak hanya berakibat buruk pada dirinya tapi juga jamaah lain.