Bayar Rp 150 Juta, Tak Jadi Haji, Dan Malah Dipenjara


Travel Umrah dan Haji –  Hidayat Azis, Calon Jemaah Haji asal Palembang ini adalah satu dari ratusan Jemaah Haji yang menjadi korban penipuan dari agen travel abal-abal yang menjanjikan keberangkatan haji tahun 2016 ini melalui Filipina. Hidayat hanya bisa berpasrah, mimpinya untuk melihat ka’bah harus putus ditengah jalan dan harus menerima kerugian sebesar Rp 150 juta sejak dia mendaftar pada salah satu agen perjalanan yang ada di Palembang.

 

“padahal, setiap tahun kakak saya selalu bawa orang pergi Umroh menggunakan travel ini dengan biaya umrah yang tidak sedikit. Dan biasanya tidak ada masalah, tapi mungkin itu karena Umroh” terang Hidayat.

 

Hidayat beserta Istri mulai mendaftar di agen perjalanan abal-abal tersebut pada tahun 2014, dengan mendaftar sebagai haji kategori khusus (ONH Plus) dengan biaya Rp. 150 juta per orangnya. Hidayat mulai menaruh curiga sejak bulan Mei lalu,  ketika pihak travel tersebut mengatakan bahwa rombongan Haji nya nanti harus mengambil visa melalui Filipina dengan alasan kuota Indonesia sudah habis.

 

Hidayat semakin merasa aneh dan curiga ketika mengetahui bahwa ternyata hanya dia dan Istrinya yang harus membuat Visa di Filipina, padahal sebelumnya pihak agen mengatakan bahwa itu adalah rombongan. Saat berada di Jakarta sebelum berangkat menuju Filipina, Hidayat menyadari bahwa dirinya harus digabungkan dengan 10 calon jemaah haji lainnya yang mayoritas berasal dari Jakarta dan Sukabumi.

 

“Saya kan tidak mau. Saya kan yang (ONH) plus. Rp150juta per orang”

 

Ketika berada di Manila Filipina, pihak agen yang berada disana meminta paspor Indonesia milik mereka ketika berada di Bandara dan menggantinya dengan paspor dan visa Filipina sekaligus mengganti nama mereka dengan beberapa nama khas Filipina.

 

“Nama saya Hidayat Azis, dibalik jadi Azis Hidayat. Sementara istri saya namanya berubah jadi nama Filipina. Namanya udah seperti saudara Manny Pacquiao.” Ujar Hidayat.

 

Alhasil, saat memasuki proses imigrasi di Bandara, Hidayat dan beberapa orang lainnya terpaksa harus diperiksa lantaran tidak memiliki kelengkapan berkas dan tidak bisa berbahasa Inggris maupun bahasa tagalog, yang semakin menambah kecurigaan pihak keamanan Bandara, hingga akhirnya Hidayat harus dan rombongan harus ditahan dan terpaksa dipenjara sebelum akhirnya kembali ke tanah air pada 4 september yang lalu.

 

“ketika diajak bahasa Inggris tidak bisa, bahasa tagalog juga tidak bisa, disitu kita mulai gak jalan lagi.”

 

Peristiwa yang menimpa Hidayat dan Istrinya tersebut merupakan contoh dari banyaknya agen perjalanan Haji dan Umroh abal-abal yang tidak memiliki kualitas. Untuk itu, bagi anda yang ingin melakukan perjalanan Ibadah Haji ataupun Umroh, hendaknya bijak dan cermat dalam memilih Travel umroh terbaik yang mengutamakan kualitas dan kepercayaan pelanggan.

 

Munatour hadir sebagai solusi kemudahan serta kenyamanan perjalanan Ibadah Haji dan Umroh bagi anda sekeluarga. Munatour menjadi salah satu travel Umroh Jakarta terbaik yang mengutamakan kepuasan pelanggan.  Dan insya allah membawa anda menuju keberkahan.

 

 

Categories