ONH Reguler VS ONH Plus, Mana Yang Lebih Baik?


Travel Umrah dan Haji – Setiap umat Muslim pasti mendambakan untuk dapat pergi menuju tanah suci, menunaikan rukun islam yang ke-5 yaitu pergi Haji. Tak terkecuali, mulai dari Presiden, pengusaha, hingga kaum fakir miskin sekalipun pasti memiliki keinginan untuk pergi menuju baitullah tersebut. akan tetapi, naik haji diperuntukkan bagi umat muslim yang ‘mampu’.

 

Kata ‘mampu’ disini bisa berupa mampu secara mental, fisik, maupun finansial. Dan kali ini kita akan membahas sedikit mengenai kecukupan finansial yang harus diperhitungkan untuk pergi menunaikan ibadah haji.

 

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa untuk menunaikan ibadah Haji dari Indonesia memang diperlukan biaya yang tidak sedikit. Mari kita asumsikan bahwa ongkos naik haji (ONH)  reguler tahun ini berkisar Rp. 34.641.340 sesuai dengan Keppres RI Nomor 21 tahun 2016,  atau setara dengan 2.585 dollar dimana saat ini nilai tukar Rp.13.400/dollar AS. Sementara itu, untuk ONH plus bisa mencapai Rp.160 juta per orang atau setara dengan 4,6 kali lipat dari ONH reguler.

 

Muslim yang mendaftar haji dengan   ONH reguler setidaknya harus bersabar menunggu hingga sekitar 40 tahun. Ini dirasa menghabiskan waktu yang cukup lama, apalagi kita tidak tahu kapan akan di panggil oleh Allah SWT, sebelum sempat menunaikan rukun islam yang ke-5. Ini belum termasuk hitungan untuk mendapatkan nomor pendaftaran, harus membayar terlebih dahulu sekitar 25 juta dan harus melunasi sisanya setelah 40 tahun kemudian .

 

Untuk itu, seorang perencana keuangan Independen (Financial Planner ), Boy Hazuki membagikan sedikit saran dan informasi mengenai keberangkatan Haji yang ada di Indonesia ini. menurutnya, bila ingin melalui jalur cepat seperti pergi dari negara lain, urusannya bisa report dan bahkan bisa terkena sanksi kewarganegaraan. Untuk itu, Boy mengatakan bahwa jalan yang paling masuk akal adalah dengan mengikuti ONH Plus meskipun jauh lebih mahal.

 

“walaupun jauh lebih mahal, namun ini lebih menghemat waktu, dan umur calon haji serta memiliki rentang waktu yang tidak terlalu jauh bila dibandingkan dengan ONH reguler yang jarak menunggunya lebih lama.” ujar Boy.

 

 

Boy juga menjabarkan bagaimana cara yang paling ideal untuk pergi berhaji dengan menggunakan ONH Plus. Bila harga ONH Plus berkisar di angka Rp. 160 juta dengan menggunakan tabungan Syariah ditambah bagi hasil kurang dua persen, maka dibutuhkan waktu serta dana yang lebih besar lagi untuk dapat berangkat Haji. Akan tetapi, bila menggunakan reksadana Syariah, maka para calon jemaah haji akan mendapatkan waktu dan dana yang lebih murah dan lebih cepat.

 

Boy lantas memberikan ilustrasi singkat mengenai perencanaan dengan menggunakan Reksadana Syariah Rupiah tersebut.

 

Mari asumsikan Dengan Rp. 160 juta dan cicilan Rp. 3,38 juta selama tiga tahun, atau cicilan empat tahun Rp 2,30 juta, dan cicilan 5 tahun dengna biaya Rp 1,67 juta per bulan.

 

Sementara itu, bila menggunakan reksadana dollar maka akan memiliki ilustrasi sebagai berikut. Biaya ONH Plus 12.000 dollar AS maka cicilan per bulan sekitar 300 dollar AS untuk tiga tahun, atau 217 dollar AS perbulan untuk empat tahun, dan 168 dollar AS untuk cicilan selama 5 tahun.

 

“jumlahnya memang terkesan mirip, akan tetapi resiko fluktuasi nilai tukar akan lebih kecil bila kita juga menggunakan instrumen dollar juga, karena semua ongkos Haji akan berakhir dalam bentuk dollar, jadi mari kita luruskan niat agar bisa segera berangkat haji.”

 

Untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai ongkos haji dan biaya umrah lainnya, anda bisa mengunjungi Munatour.co. id, travel umroh terbaik di jakarta sebagai solusi mudah perjalanan Haji dan Umroh anda.

Categories